Senin, 01 November 2010

Malaikat Penolongku


Foto berikut adalah foto-foto perjalanan dari Jakarta - Pantai Timur Amerika Serikat - Canada dan Taiwan.




New York - 15 Oktober 2010

Aku menginap di Terminal 4 sebelum melanjutkan perjalanan menuju Newark Sheraton Airport Hotel karena harus menunggu pagi menjelang. Dengan Air Train dan subway aku menuju ke hotel. Pertolongan yang tak diduga datang dari beberapa orang yang kutemui sepanjang perjalanan, bagaikan malaikat yang dikirim Tuhan. Subway yang gelap dan sepi serta suasana subuh membuatku jadi takut dan curiga pada orang-orang yang berniat menolongku dengan tulus.

Malaikat pertama adalah seorang perempuan black American yang menemberitahuku agar aku turun di 34th Street bila hendak berhenti di New York Penn Station. Dia memberikan instruksi, " Keluar dari station ini dan jalan 1 blok, belok kiri, dari situ naik NJ Transit". Perintah yang tidak kupahami. Akhirnya, aku mengikuti petunjuk jalan dan tiba di jalur PATH, kereta subway tua. Bukan NJ transit yang modern.

Malaikat ke dua seorang pemuda black American yang memberitahuku cara membeli tiket menuju Newark Penn Station. Setelah tiket terbeli dan kau mau berjalan, dia memanggilku dan meminta uang USD1." Oh, kamu ketahuan, ternyata kamu gelandangan."
Cepat-cepat aku suruh temanku beri uang itu dan berlalu.

Malaikat ke 3 tiba saat kopor temanku tersangkut di pintu palang berputar.
Pria kulit putih bertampang rada menakutkan (mungkin karena subuh dan suasana terowongan yang tua, kumuh, jelek dan tidak terang benderang)datang membantu, bahkan sampai mengangkatkan kopor melewati tangga biasa, mengantar kami ke platform tempat kereta berangkat. "Aduh, Tuhan aku takut tapi aku tidak tahu jalan". Ternyata pria tersebut bermaksud baik. Dosanya aku....!

Malaikat ke 4 kutemui saat aku mau naik kereta PATH. Tiba ada pengumuman , " Kereta tidak akan berhenti pada tempat seperti biasa karena hari ini adalah weekend. Kalian harus berganti kereta di ...". Mati aku ..! Bagaimana aku yang tidak tahu arah dan tidak punya peta jalur kereta? Malaikat perempuan black American yang dalam perjalanan pulang ke rumah inilah yang menanyakan pada masinis dan menyelesaikan masalahku. Aku sempat bercanda selama perjalanan. Senang rasanya ada orang-orang ramah di sekitarku. Pergantian kereta tidak menjadi masalah karena aku mengikuti instruksi perempuan ini. Tiba saatnya dia harus turun dan tidak lupa dia memberitahuku untuk turun station ke 2 setelah ini.

Lega akhirnya tiba juga aku di Newark Penn Station. Langit sudah terang. Tak ada yang perlu ditakutkan. Hanya saja kopor yang berat itu merepotkan. Tiba-tiba entah dari mana datangnya, muncul malaikat ke 5. Pria muda kulit putih bertampang eksekutif. Dia membantu mengangkat 2 kopor masing-masing 15kg-an minimal melewati tangga tak ber-escalator. Mencarikan taxi, menawar dan memastikan aku selamat tiba di tujuan. Thanks God! Daripada aku repot-repot ke EWR airport dan berganti shuttle bus dengan beban kopor berat, lebih baik aku langsung ke hotel dengan taxi. Selisihnya cuma USD8. Oh Tuhan, luar biasa pertolonganmu. Ini pasti berkat doa yang kudaraskan selama di perjalanan. Newark Sheraton, we are coming!

Tidak ada komentar: