Tadinya aku menyangka akan mendapatkan perjalanan yang penuh rintangan dan suasana yang tidak nyaman mengingat kondisi dan situasi kota besar di Indonesia yang biasanya tidak ramah, penuh dengan tipu muslihat bagi orang asing/turis.
Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Begitu mendarat di Bali, untuk cari taksipun sangat mudah dan yang penting aturannya jelas. Tidak ada harga main getok, semua rute diatur dibayar berdasarkan zona. Sementara kalau di Soekarno Hatta Jakarta, mau naik taksi pilihanpun dipersulit. Padahal naik taksi dari perusahaan yang tidak bonafid belum-belum sudah membuatku deg-degan. Takut diperas dan diturunkan di tengah jalan. Bener, nggak?
Saking terkesan dengan pelayanannya, aku batal menjemput anakku di airport seperti yang sudah kujanjikan karena dia akan tiba dengan pesawat yang berbeda pada puku 10 malam. Aku suruh kedua anakku naik taksi airport ke hotel dan sukses...! Selamat tanpa kekurangan apapun.
Sewa mobil di Bali juga oke. Mobil dan sopir mengantar kita ke tempat yang kita sudah rencanakan. Sopir juga punya pengetahuan cukup untuk diajak diskusi selama perjalanan.
Yang membuatku lebih nyaman di Bali adalah suasana yang aman untuk jalan bahkan di malam hari sekalipun. Tidak ada tatapan yang menakutkan dan kata-kata-kata yang mengancam. Para pedagang menawarkan barang dengan ramah, meskipun kadang-kadang harganya sangat tinggi. Untuk itu, kita mesti berani menawar hingga 30% harga barang.
Cari makanan lokal tidak sulit dan harganya itu lho ... bukan harga turis, tapi harga penduduk lokal. Sangat terjangkau!
Ah, suasana Pulau Bali seperti di luar negeri saja. Aman dan ramah ! Itu yang kucari setiap kali melakukan perjalanan. Aku pasti kembali, entah kapan, karena masih banyak tempat di belahan bumi yang belum aku kunjungi.