Info ini ditujukan untuk para pria dan wanita separuh baya yang merasa terlalu tua untuk melakukan perjalanan yang penuh petualangan.
Perjalanan seperti ini sungguh akan memompa semangat yang sudah loyo
Untuk setiap orang yang berpikir bahwa perjalanan ke luar negeri tidak akan pernah terjangkau oleh kantong mereka sehingga mereka terpaksa menguburkan impian-impiannya
Perjalanan ini akan membuktikan bahwa dengan cara tepat, impian mereka dapat direalisasikan
Untuk orang yang lebih muda yang perlu belajar berani menghadapi tantangan yang menghadang di hadapannya. Inilah latihan yang tepat bagi orang yang merasa gamang menghadapi kesulitan
Bahwa dalam perjalanan ini banyak hal yang akan didapat selain kesenangan dan kegembiraan. Ada pembelajaran tentang adaptasi, keberanian, daya juang, cara bertahan dalam situasi sulit, dan lain-lain.
Backpacking adalah salah satu cara mendidik manusia agar menjadi manusia yang tangguh. Dengan tidak memanjakan diri, kita diajar untuk menaklukkan diri sendiri
TAK ADA KATA 'TERLAMBAT' ATAU 'SEBELUM TERLAMBAT'?
Orang mungkin bertanya-tanya , ‘Mengapa baru sekarang melakukan perjalanan ?’ Karena kesempatan baru datang sekarang. Di saat usia masih muda, aku mesti berjuang agar bisa mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang baik. Lebih tua lagi usia, saatnya membesarkan dan membiayai anak-anak. Sekarang anak sudah mendapat pendidikan yang layak untuk memulai hidupnya sendiri, jadi sudah saatnya aku berjuang untuk diriku lagi. Ditambah lagi, adanya ‘low-cost-carrier’ yakni pesawat berbiaya murah membuat keinginan yang tertunda bisa terlaksana. Jadi, tunggu apa lagi? Jangan sampai kita menunggu sampai serba mapan secara finansial. Bisa-bisa badan sudah tak kuat lagi.
LIFE AFTER 50
“Belum segitu sih, tapi tak lama lagi….!” Nah, karena usia 50 itu adalah usia rawan yang kata banyak orang perlu diwaspadai karena banyak orang sehat tiba-tiba mati, maka jangan sia-siakan waktu. Berikut kutipan dari internet yang sungguh merasuk ke benakku.
TIME IS LIKE A RIVER.
YOU CANNOT TOUCH THE SAME WATER TWICE, BECAUSE
THE FLOW THAT HAS PASSED WILL NEVER PASS AGAIN.
ENJOY EVERY MOMENT OF LIFE.
(Waktu seperti sebuah sungai. Anda tak bisa menyentuh air yang sama dua kali karena yang sudah mengalir tidak akan pernah lewat lagi. Nikmatilah hidup setiap saat.)
PLAN TO SPEND WHATEVER YOU HAVE SAVED.
YOU DESERVE TO ENJOY IT AND THE FEW HEALTY YEARS YOU HAVE LEFT.
TRAVEL IF YOU CAN AFFORD.
(Buatlah rencana atas apa yang telah Anda tabung.
Anda berhak menikmatinya dan menikmati sedikit waktu sehat Anda yang masih tersisa. Lakukanlah perjalanan jika Anda mampu.)
LIVE IN THE HERE AND NOW, NOT IN THE YESTERDAYS AND TOMORROWS.
IT IS ONLY TODAY THAT YOU CAN HANDLE.
YESTERDAY IS GONE, TOMORROW MAY NOT EVEN HAPPEN.
Hiduplah di sini dan sekarang, bukan di masa lampau dan masa yang akan datang. Hanya masa sekaranglah Yang dapat Anda kuasai. Kemarin sudah berlalu, besok belum tentu terjadi.)
Kalimat – kalimat renungan di atas makin menguatkan rencanaku untuk melanjutkan apa yang sudah menjadi keinginanku. Dulu sekali, saat aku masih di usia 20an, seseorang asing memberitahuku , “Lakukanlah perjalanan selagi bisa. Jangan tunggu sampai tua, karena bisa jadi saat itu kamu sudah tak kuat lagi berjalan.” Dan, ternyata apa yang dikatakannya itu benar. Kata orang, kesempatan jangan dibiarkan berlalu. Aku mengambil kesempatan ini. Di saat aku masih cukup sehat , masih punya semangat dan punya cukup uang, aku ambil peluang ini untuk melakukan perjalanan.
BACKPACKER OH BACKPACKER..!
Kata ‘backpacker’ sering diartikan sebagai turis dengan duit pas-pasan yang melanglang buana dengan ransel di punggung, pakaian seadanya, tinggal di losmen-losmen murah dan berjalan kaki kemana-mana. Orang sering memandang minor terhadap mereka bila dibandingkan dengan para turis yang tinggal di hotel berbintang, yang pakaiannnya selalu modis dan naik turun mobil mewah. Padahal , jumlah backpacker ini melebihi turis yang ‘kaya’.
Aku memilih jadi ‘backpacker’. Bukan backpacker murni , hanya dari segi finansial memang sehemat mereka. Ini sah-sah saja dan tidak menjadi masalah. Dengan penghasilanku yang tidak seberapa, jalan-jalan ala backpacker inilah yang paling masuk akal. Daripada aku tidak bisa melihat isi dunia, karena mau menikmati fasilitas ala bintang lima, lebih baik aku menempuh cara kaki lima yang sekali jalan mungkin hanya memerlukan ¼ biaya yang dikeluarkan oleh turis ‘kaya’. Malu ? Tentu saja tidak . Bukankah aku tidak merugikan siapa-siapa? Dengan cara ini , aku bisa pergi 2-3 kali setahun ke negara-negara Asean tanpa harus mengetatkan ikat pinggang.
I DON'T LIKE MALLS.
Aku berbeda dengan teman-teman lain, yang kebanyakan lebih suka pergi ke mal yang sejuk atau pusat perbelanjaan yang menawarkan aneka barang. Kunjungan ke mal tidaklah semenarik kunjungan museum. Mal di seluruh dunia mempunyai ciri-ciri yang hampir sama, ada eskalator, lift, toko-toko dan restauran wara laba, makanan dari penjual yang sama dengan rasa yang hampir sama yang bisa dijumpai di mal-mal lain yang terletak dalam satu kawasan. Tak banyak hal baru yang bisa kutemui di sebuah mall. Bahkan , sebelum masuk pun, sudah kubisa kutebak seperti apa tempat parkirnya, toiletnya dan fasilitasnya. Karena itu, aku hanya ke mal kalau memang ada keperluan atau memang mal tersebut sebegitu popular sehingga menimbulkan rasa ingin tahuku.
I LIKE ADVENTUROUS TRAVELLING
Banyak orang suka melakukan perjalanan. Cobalah bertanya, “ Apa hobby Anda?” Jawaban yang sering terucap adalah jalan-jalan. Aku juga akan menjawab sama, tetapi yang membedakan aku dengan mereka yang sebayaku adalah aku suka melakukan perjalanan ke tempat yang baru yang belum pernah aku kunjungi dan aku merencanakannya sendiri dan melakukan perjalanan tersebut seorang diri atau dengan sedikit orang. Aku tidak suka mengikuti tour. Lebih mahal dan tidak memberikan kesempatan untuk mengalami hal-hal yang tak terduga. Semua serba terencana. Bahkan tidur dan bangun pun sudah dijadwalkan. Berbeda sekali kalau aku melakukan perjalanan sendiri. Aku berkesempatan mengatur segalanya dan menggunakan semua potensi yang ada agar aku bisa menikmati perjalanan. Sensasi ketakutan di tempat baru , kegembiraan menemukan tempat yang menarik, pengalaman tersesat atau salah naik kendaraan adalah pengalaman-pengalaman yang menarik dan menantang serta mencandu. Oleh sebab itu, karena usiaku tidak muda lagi, aku memilih tempat yang kuanggap aman dan memang merupakan daerah wisata. Keputusan ini dipilih karena masalah keamanan, kenyamanan dan keselamatan. Biasanya, penduduk di daerah yang banyak dikunjungi turis sudah jauh lebih sadar dalam memperlakukan para wisatawan. Mereka tidak asing dan tahu bagaimana memperlakukan wisatawan agar wisatawan mau kembali lagi ke negara mereka. Bagaimana pun, kalau mereka bersikap salah, mereka yang akan rugi sendiri, bukan ? Ekonomi daerah dan negara bisa terpengaruh.
JALAN-JALAN BIJAK
Aku menggunakan istilah bijak karena aku tidak sembarangan dalam memutuskan melakukan perjalanan. Karena aku tidak punya uang berlebih, aku hanya bisa menikmati perjalanan bila semuanya sesuai kemampuanku. Selain itu, tidaklah bijaksana menghamburkan uang keluarga sementara kami sekeluarga masih membutuhkan biaya hidup untuk masa tua. Jadi, segala yang aku lakukan di dalam perjalanan ini selalu diusahakan sehemat mungkin namun tidak mengurangi kenikmatannya. Bukankah tidak banyak bedanya pergi ke suatu tempat dengan taxi atau naik MRT? Kalau harus jalan, itu wajar. Bukankah namanya saja jalan-jalan, bukan taxi-taxi-an? Taxi dipergunakan kalau jumlah penumpang minimal 3 orang dan berselisih sedikit bila dibandingkan dengan naik kendaraan umum lainnya. Berani jalan, berani capek. Anggap saja itu sebagai olah raga. Sehat dan hemat.
Juga untuk makan, carilah tempat makan yang direkomendasikan di brosur. Tidak perlu harus masuk ke hotel berbintang, tapi tempat lain yang lebih sederhana, rasanya pun tidak kalah. Jangan anti makanan pinggir jalan. Sejauh itu bersih, makan saja. Tiap daerah pasti memiliki makanan khasnya. Jangan lewatkan itu. Harga makanan di Jakarta hanya berbeda sedikit dengan harga makanan di negara Asean. Ada yang lebih murah dan ada yang lebih mahal. Semuanya tergantung tempat.
Merencanakan Perjalanan
Aku selalu merencanakan perjalanan jauh-jauh hari. Sejauh apa ? Yah, bisa 2 bulan, 6 bulan, 1 tahun atau lebih dari 1 tahun. Semakin jauh daerah tujuannya , semakin jauh-jauh hari aku merencanakannya. Mengapa demikian ? Karena ini terkait dengan biaya, waktu dan kesempatanku untuk mengetahui daerah tujuan wisata tersebut dengan lebih baik sebelum berangkat.
1.Menentukan tujuan wisata
Selama ini aku menentukan tujuan wisata berdasarkan atas informasi yang masuk yang aku dengar dari TV, koran ataupun teman-teman. Setelah itu, aku mencari info lebih lengkap melalui internet. Paling bagus adalah bila ada ‘travel fair’ . Di situ, aku bisa mendapatkan brosur – brosur gratis yang menjelaskan lokasi tujuan dengan cukup lengkap. Bila ini kupadukan dengan hasil yang kudapat dari internet dan dari milis backpacker, maka rasanya aku sudah melakukan perjalanan maya ke daerah tersebut. Ini memberikan kenikmatan tersendiri dan rasa percaya diri, tentu saja. Pernah, aku dikira sudah sering ke daerah itu karena saat itu aku memimpin teman-teman dari negara lain mengunjungi tempat wisata. Padahal, aku juga baru kali itu menginjak tempat tersebut. Itulah efek informasi yang tersimpan di benakku sejak sebelum perjalanan.
2.Membeli tiket
-------------------------------------------------------------------------------------
1.MS JOKE KUSUMA, GUNAWAN 2.MR KEN ANANTA, WICAKSANA
Fight Details
Flight Departing Arriving
QZ7716
Economy Promo
Jakarta (CGK)
Soekarno Hatta International Airport
Tue 10 Nov 2009, 1620 hrs
Bangkok (BKK)
Suvarnabhumi International Airport
Tue 10 Nov 2009, 1945 hrs
Flight Services
Guest Jakarta Bangkok
JOKE KUSUMA, GUNAWAN •Supersize Regular
(Up to 15kg)
KEN ANANTA, WICAKSANA
Payment
Flight
2 Guest 0.00 RP
Administration Fee 140,000.00 RP
Sub Total 140,000.00 RP
Services & Fees
GoInsure 40,000.00 RP
Supersize Regular
(Up to 15kg)
15,000.00 RP
Sub Total 55,000.00 RP
Total Amount 195,000.00 RP
Total Paid 195,000.00 RP
Balance 0.00 RP
Confirmation
Date Tue 10 Feb 2009
Type Visa
Amount 195,000.00 RP
GoInsure
-------------------------------------------------------------------------------------
Sejak adanya low-cost-carrier, penerbangan murah seperti Air Asia, Value Air, Tiger Airways, dan lain-lain, aku benar-benar merasa diuntungkan dan mendapat kesempatan yang luar biasa untuk melakukan hobbyku. Aku rajin mengikuti berita kapan tiket naik dan tiket turun harga. Kebetulan aku adalah ibu rumah tangga yang tidak terikat pekerjaan kantor, jadi aku bisa memilih waktu kapan aku mau pergi dan berapa lama.
TIPS UNTUK TIKET MURAH
•Berangkat saat ‘low season’, bukan saat libur sekolah, libur natal, libur lebaran atau akhir pekan yang panjang karena Jumat atau Senin kebetulan libur umum.
•Lakukan perjalanan pada hari kerja , Selasa – Jumat.
•Usahakan berangkat pada penerbangan pagi dan pulang dengan penerbangan malam.
Hal ini kulakukan supaya aku sampai di tempat yang masih asing pada saat hari masih terang sehingga memudahkan aku untuk sampai ke hotel dengan aman. Selain itu, aku akan punya lebih banyak waktu. Sedangkan untuk kembali ke Jakarta, malam tidak masalah. Apalagi sekarang ada mobil antar jemput bandara / taxi yang bisa dipercaya. Biasanya untuk menghindari calo taxi (aku hanya mau naik taxi dari perusahaan tertentu), kalau aku bepergian tanpa suami, aku memilih memesan mobil jemputan sebelum aku berangkat. Aman …!
•Beli tiket via internet jauh-jauh hari.
Bila aku sudah yakin akan pergi , aku akan mulai mencari tiket via internet. Aku pastikan data yang aku masukkan benar, bisa berangkat sesuai jadwal. Bila tidak, tiketku hangus ataupun kalau pun aku mengubah jadwal , aku dikenakan biaya yang nilainya yang lumayan besar jumlahnya. E-ticket ini sama persis fungsinya dengan tiket biasa. Tidak ada beda fasilitas. Yang ada malahan beda harga, biasanya semakin jauh jarak antara saat pembelian tiket dan saat perjalanan, harga makin murah. Tapi pernah juga tidak demikian.
3. Memesan tempat menginap atau hotel.
Untuk penginapan di dalam negeri, aku memilih hotel kelas menengah supaya aku tidak keliru masuk ke hotel esek-esek. Inilah gunanya mengunjungi travel fair. Hotel yang berani mempromosikan diri lewat travel fair, biasanya punya reputasi yang cukup baik. Selain itu yang terpenting, aku bisa dapat harga promo.
Untuk luar negeri , aku memilih hostel, yang fasilitasnya minim namun ratingnya bagus. Bagiku yang penting adalah tempat itu bersih, terjangkau harganya dan dekat dengan pusat kota. Selama ini, aku mencari hostel via internet dan hasilnya memuaskan. Mengapa tidak mencari hotel yang mewah ? Tidak perlu. Bukankah aku melakukan perjalanan bukan untuk menikmati fasilitas hotel ? Sekali lagi, sama dengan mal, hotel di seluruh dunia punya ciri-ciri yang sama yang berbeda tingkat pelayanan dan kemewahannya Lagi pula, aku biasa tinggal di penginapan hanya saat melepas lelah saja, saat istirahat siang dan tidur malam.
Dalam pemilihan hostel, di web tersebut, pertama aku akan lihat ratingnya secara umum, lalu tingkat kebersihan dan lokasi. Apabila, lokasi oke, harga oke dan tingkat kebersihan di atas 90%, maka aku akan pilih tempat itu. Untuk
pemesanan hotel ini, aku hanya perlu membayar terlebih dahulu 10% uang muka. Sisanya dibayar saat tiba di tempat. Atau bahkan tanpa uang muka sama sekali. Web favorit untuk hostel adalah :
www.hostelbookers.com
atau
www.hostelworld.com.
Setelah memesan, maka aku akan mendapat surat konfirmasi seperti berikut :
-------------------------------------------------------------------------------------
Thank you for your request.
I am pleased to confirm your reservation request as fellows:
Guest Name :Joke Kusuma Gunawan
Room Type :Twin/Double Fan & TV
Arrival Date :Nov 10
Departure Date :Nov 12
Number of Nights :2 Nights
Expected Time of Arrival :21.15 Hours
Should you arrive later than the time that you advise us, please give us a call at 02-281-9954.
For airport shuttle bus service www.airportexpressthai.com, please
take the bus number AE 2 to the last stop at Khao San road and fellow our attached map to our place. Please keep a copy of our map with you for irection as the Khao San road is a busy road. FYI, the shuttle bus operates their last trip at midnight and the bus fare is 150 Baht per person. Should you come in by taxi, the taxi usual drop off point would
be at the other end of the road from the police station, the right side of our map. We are
located in the middle section of the road inside an alley. If you still could not find us, please look for Sawadee Bangkok Inn signage and we are next door to them. And I will have my staff standby until you arrive.
You may wish to keep a copy of this confirmation to show to our receptionist.
Please kindly confirm your acceptance.
Thank you and have a nice day.
http://www.topinnbangkok.com/
Best regards
Sompoon Top Inn
Bangkok
-------------------------------------------------------------------------------------
4. Menyiapkan biaya perjalanan
Tiket sudah dibayar dengan kartu kredit, demikian juga uang muka penginapan bila diminta. Saatnya merencanakan dan mengatur kapan mulai menabung. Untuk Indonesia, tidak masalah karena masih menggunakan mata uang rupiah. Sedangkan untuk luar Indonesia, aku membeli mata uang negara tujuan secara bertahap. Saat kurs bagus, aku beli sebagian dan itu aku lakukan setiap kali aku punya uang lebih. Aku menukar uang sesuai keperluan. Aku selalu menghitung anggaran supaya saat sampai waktu keberangkatan, aku tidak pusing lagi dengan masalah keuangan. Ini sama dengan melakukan perjalanan dengan cara mencicil. Bedanya dengan kartu kredit adalah mencicil di depan tanpa dikenangkan bunga.
5.Mencari informasi yang lebih detail
Saat menunggu keberangkatan, aku selalu mencari informasi tentang tempat yang akan aku kunjungi, dan bagaimana mencapainya dengan cara paling efisien dan murah. Kendaraan umum atau jalan kaki adalah kesukaanku. Pertama-tama , aku akan mencari bagaimana cara terbaik untuk sampai ke tempat menginap. Setelah itu, rute transportasi lokal dan kendaraan umum yang ada.
Aku pernah ke suatu kota di Indonesia ini tanpa bekal info yang memadai. Aku sudah coba cari lewat internet, ternyata sangat sedikit. Jadi, aku memanfaatkan apa yang aku bisa dapat yakni rute angkot. Dengan bekal itu dan selembar peta yang kuperoleh dari hotel tempat aku menginap, aku berkeliling kota. Sampai suatu tempat, seorang tukang becak menawari aku untuk keliling kota dengan becaknya. Jadilah ini pengalaman yang menarik. Ternyata naik becak bisa melihat lebih banyak daripada naik taxi. Selain itu lebih murah dan membantu memberi penghasilan kepada tukang becak yang makin tersingkir. Aku juga menyusun jadwal perjalanan. Mana-mana tempat yang akan aku kunjungi karena waktu yang terbatas ini. Dalam menyusun jadwal , aku juga harus memperhatikan kapan tempat tersebut buka dan tutup serta berapa tiket masuk dan biaya transportasinya. Sepertinya hal ini sangat memusingkan, tapi inilah yang membuat aku bersemangat. Perjalananku sudah dimulai sejak saat aku memutuskan untuk melakukan perjalanan hingga ke tahap ini. Jadi, meski perjalanan aktualnya hanya 5 hari, bisa jadi merasakan kenikmatannya berbulan-bulan. Nah, semua info yang diperlukan sudah terkumpul, saatnya berangkat.
MEREALISASIKAN PERJALANAN
Beberapa hari sebelum hari keberangkatan, aku sudah menyiapkan daftar barang untuk keperluan selama perjalanan. Aku biasanya membawa pakaian secukupnya. Baju kupilih yang tipis supaya bisa ringan dicuci saat perjalanan dan tentu saja ringan. Untuk perjalanan 3-4 hari, aku cukup membawa 1 kopor kecil yang bisa dibawa masuk ke kabin dan 1 tas tangan yang bisa menampung payung, dokumen, dan keperluan lain seperti sapu tangan, selendang penahan dingin, dan tentu saja dompet uang. Jumlah pakaian sama dengan jumlah hari perjalanan plus 1 atau 2.
Warna baju dan celana diusahakan bisa cocok satu sama lain sehingga kita tidak perlu membawa terlalu banyak baju. Siapkan baju santai sore hari, kalau kita hanya mau jalan di sekitar penginapan karena sudah terlalu lelah untuk keluar lagi.
Daftar barang yang biasa kubawa saat bepergian.
1. Paspor
2. Tiket
3. Bukti Pemesanan Penginapan
4. Kartu keluarga
5. Photo copy NPWP sendiri/suami
6. Photo copy KTP suami (kalau diperlukan)
7. Dompet yang berisi KTP, kartu kredit, kartu debit
8. Kompas
9. Peta
10. Brosur
11. Payung
12. Sikat & pasta gigi, sabun mandi dan shampoo
13. Handuk kecil & Tissue
14. Gunting kuku, korek kuping
15. Obat batuk sachet, obat flu, obat sakit perut
16. Minyak angin, plaster luka
17. Pelembab, bedak, body lotion
18. Handycam & charger
19. Camera & charger
20. Ponsel dan charger.
21. Baju luar
22. Celana luar
23. Baju tidur
24. Pakaian dalam
Aku membawa uang cash secukupnya, kartu debit dan kartu kredit. Untuk di dalam negeri, masalah uang tidak terlalu merepotkan. Ada banyak ATM bank tempat aku mempunyai rekening. Tetapi di luar negeri, aku selalu menggunakan uang cash untuk mata uang setempat dan bila diperlukan, aku menukarkan cadangan US Dollar atau mata uang asing lainnya yang sudah kusiapkan untuk keperluan darurat. Sebelum berangkat, aku cek lagi barang yang akan dibawa sesuai daftar yang sudah kubuat supaya tidak ada yang tertinggal.
---------- MARI MULAI BERPETUALANGAN -------------