Sabtu, 02 Juli 2011

Singapore



Singapore, kota termahal di Asia tenggara , merupakan surga bagi penikmat belanja.
Infrastruktur dan fasilitas kota yang memadai mendukung pariwisata kota negara ini.
Namun Singapore masih meski super metropolitan dengan gedung jangkung dimana-mana, masih memberikan porsi yang besar untuk penghijauan. Hutan kota ada dimana-mana.
Bahkan ada sebuah jalan yang berakhir di Orchard Road ,ternyata di dalamnya merupakan hutan kota yang asri.
Transportasi MRT yang lancar memperpendek waktu tempuh. Terlebih lagi sistem pembayaran dengan kartu, semakin mengurangi waktu antre pembelian tiket.
Kota yang tinggi persaingannya ini membuat sebagian masyarakat merasa "sendiri". Banyak dijumpai pemandangan warga Singapore dengan headset di kepala, mendengarkan musik sambil berjalan sendirian menuju ke tempat kerja. Berbeda dengan Indonesia, yang penduduknya lebih sering berjalan lebih dari seorang dan terus berkomunikasi dengan rekan seperjalanannya. Terasa bedanya...!
Berikut sisi lain dari Singapore yang gemerlap. Meski dianggap jauh dari pusat kota, tempat ini justru nyaman karena ke'sepi'annya.

Sabtu, 28 Mei 2011

Malaka - Kota Warisan Budaya Dunia

Malaka, yang sekitar 3 jam perjalanan dengan bus dari singapore menyimpan kekayaan budaya berupa bangunan-bangunan kuno bernuansa Cina dan Portugis yang tetap dijaga kelestariannya. Ini membuat banyak turis mancanegara datang untuk menyaksikan warisan di kota kecil di Malaysia ini.






Jonker Walk
Merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang dipenuhi dengan toko-toko 'Chinese Style' . Lokasinya tepat di depan tujuan wisata yang bernuansa Portugis.









Malaka River Cruise
Sungai Malaka yang membelah kota direvitalisasi sedemikian rypa sehingga memungkinkan para pejalan kaki menyusuri ke 2 sisinya dengan nyaman atau sekedar nongkrong menikmati makanan dan minuman setempat





Selasa, 01 Maret 2011

KL - Macau - Hongkong

KUALA LUMPUR
Rencana sebelumnya adalah jalan-jalan bersama keluarga ke Kuala Lumpur. Tetapi karena satu dan lain hal, aku hanya transit di KL dan memutuskan untuk Ke Macau & Hongkong pada tgl. 19-21 Februari 2011.

Perjalanan di KL sesuai dengan rencana sebelumnya, yakni selepas dari LCCT, langsung membereskan urusan pribadi, lalu ke KL Sentral dan hostel. Kali ini Matahari Lodge. Ternyata hostel ini bersih dan pemiliknya sangat ramah.


Aku sempat ke Low Yat Plaza, pusat komputer di wilayah Bukit Bintang. Pusing ... sebab tempat sangat ramai, aku tak tahu banyak tentang perlengkapan komputer dan tak ada tempat duduk di situ. Akhirnya, setelah selesai belanja, aku dan Chris bersantai di Berjaya Times Square menikmati makanan khas M'sia seperti roti bawang, sejenis roti canai tapi di dalam rotinya berisi bawang bombay. Setelah naik Monorail dari Imbi ke Kl Sentral, kaberpisah jalan. Aku kembali ke hostel, kelelahan , sementara Chris menjemput 4 peserta tour yang lain yang tiba hingga lewat tengah malam. Malam itu juga kami keluar.



MACAU
Hari ke 2 , 4 peserta tour jalan-jalan di KL dipandu si sulung yang memang sebelumnya bekerja di perusahaan tour & travel. Sementara aku memulai perjalanan ke Macau. Tiba di Macau pk 18, tetapi cuaca masih terang. Jadi, untuk menghindari kebingungan mencari hostel di saat gelap, dari bandara yang tak terlalu besar, aku langsung naik bus MT1. Bus berhenti di alun-alun dekat Grand Lisboa.







Perempatan menuju Auguster Lodge

Tidak sulit mencari Auguster Lodge. Wow, di luar dugaan...ini hostel terjelek dan terkumuh yang aku pesan. Padahal harganya tidak murah. Aku membayar HKD 243 untuk kamar 2 bed. Terpaksa ambil 2 bed, karena tidak ada yang single. Untuk masuk ke dorm, aku kawatir tak bisa tidur. Seusai check in, aku mulai jalan dan ternyata Senado Square sangat dekat. Persis seperti yang dikatakan si sulung yang sudah ke Macau sebagai tour leader. Wah, rupanya Senado Square dan sekitarnya sudah dikomersialkan secara maksimal.














Dari sejak masuk ke jalan hingga reruntuhan St. Paul, toko-toko berada di kanan-kiri jalan. Senado Square juga masih dalam suasana imlek, merah dan kuning keemasan mendominasi suasana. Jalan menuju St Paul mendaki. Di kanan kiri jalan ada belokan-belokan yang menuju ke lokasi gereja, kuil dan lainnya.

Minggu, 23 Januari 2011

Sabtu, 22 Januari 2011

Ho Chi Minh City VietNam

Ternyata Ho Chi Minh City membuatku terpikat.
Makanannya yang nikmat "Pho" alias mie kuah membuat ketagihan.
Tempat yang nyaman dan aman membuat aku ingin kembali lagi.
Museum belum sempat selesai dilihat karena jam buka sudah berakhir.
Aku akan kembali lagi dengan rombongan tour yang aku selenggarakan.

Hari 1 , Caodai temple.
Aliran Caodai adalah aliran kepercayaan yang menggabung semua hal yang dianggap baik dari agama Kristen, Islam, Buddha, Khong Hu Cu dan agama lainnya.
Letak tempat sembahyang ini kira-kira 1-2 jam perjalanan dari Ho Chi Minh City. Biasanya tepat pk 12 siang mereka mengadakan doa bersama.





Kantor pos warisan zaman kolonial


Delta Sungai Mekong


Gereja Katholik Kathedral

Kathedral, tempat berdoa bagi umat Katholik dengan arsitektur yang menarik

KOTA KINABALU










Kamis, 20 Januari 2011

Merusak Alam Mencari Kekayaan

Januari 2011

Orang kaya berkuasa
Mengambil tanah rakyat dengan kuasa
Menyerap kekayaan untuk dirinya
Meninggalkan malapetaka bagi bangsa

Lihatlah
Air mengalir dimana-mana
Tak terserap oleh tanah di sekitarnya
Menimbulkan bencana bagi masyarakat di sekitarnya

Rakyat merana
Banjir dimana-mana
Uang tak ada, duka beserta

Lokasi : desa perkebunan kelapa sawit
Singkawang Timur, Kalimantan Barat