Selasa, 01 Maret 2011

KL - Macau - Hongkong

KUALA LUMPUR
Rencana sebelumnya adalah jalan-jalan bersama keluarga ke Kuala Lumpur. Tetapi karena satu dan lain hal, aku hanya transit di KL dan memutuskan untuk Ke Macau & Hongkong pada tgl. 19-21 Februari 2011.

Perjalanan di KL sesuai dengan rencana sebelumnya, yakni selepas dari LCCT, langsung membereskan urusan pribadi, lalu ke KL Sentral dan hostel. Kali ini Matahari Lodge. Ternyata hostel ini bersih dan pemiliknya sangat ramah.


Aku sempat ke Low Yat Plaza, pusat komputer di wilayah Bukit Bintang. Pusing ... sebab tempat sangat ramai, aku tak tahu banyak tentang perlengkapan komputer dan tak ada tempat duduk di situ. Akhirnya, setelah selesai belanja, aku dan Chris bersantai di Berjaya Times Square menikmati makanan khas M'sia seperti roti bawang, sejenis roti canai tapi di dalam rotinya berisi bawang bombay. Setelah naik Monorail dari Imbi ke Kl Sentral, kaberpisah jalan. Aku kembali ke hostel, kelelahan , sementara Chris menjemput 4 peserta tour yang lain yang tiba hingga lewat tengah malam. Malam itu juga kami keluar.



MACAU
Hari ke 2 , 4 peserta tour jalan-jalan di KL dipandu si sulung yang memang sebelumnya bekerja di perusahaan tour & travel. Sementara aku memulai perjalanan ke Macau. Tiba di Macau pk 18, tetapi cuaca masih terang. Jadi, untuk menghindari kebingungan mencari hostel di saat gelap, dari bandara yang tak terlalu besar, aku langsung naik bus MT1. Bus berhenti di alun-alun dekat Grand Lisboa.







Perempatan menuju Auguster Lodge

Tidak sulit mencari Auguster Lodge. Wow, di luar dugaan...ini hostel terjelek dan terkumuh yang aku pesan. Padahal harganya tidak murah. Aku membayar HKD 243 untuk kamar 2 bed. Terpaksa ambil 2 bed, karena tidak ada yang single. Untuk masuk ke dorm, aku kawatir tak bisa tidur. Seusai check in, aku mulai jalan dan ternyata Senado Square sangat dekat. Persis seperti yang dikatakan si sulung yang sudah ke Macau sebagai tour leader. Wah, rupanya Senado Square dan sekitarnya sudah dikomersialkan secara maksimal.














Dari sejak masuk ke jalan hingga reruntuhan St. Paul, toko-toko berada di kanan-kiri jalan. Senado Square juga masih dalam suasana imlek, merah dan kuning keemasan mendominasi suasana. Jalan menuju St Paul mendaki. Di kanan kiri jalan ada belokan-belokan yang menuju ke lokasi gereja, kuil dan lainnya.