Jumat, 20 Februari 2015

Negeri Panda

Menjejak Chengdu adalah kunjunganku ke China yang ke empat dalam 3 tahun terakhir. Kota-kota berjalanan lebar dan bersih jauh dari gambaran orang-orang yang belum pernah menginjak negeri China, namun dicekoki dengan info-info tentang kejorokan China dalam hal toilet dan kebiasaan meludah. Hal ini sebagian benar, namun China terus berbenah. Sudah ada banyak toilet bersih dan kebiasaan meludah juga sudah mulai berkurang di kalangan generasi yang lebih muda. Bahkan dari tahun ke tahun, orang China juga sudah mulai "tenang" di tempat umum. Yang mungkin tidak diduga adalah sebagian besar orang China sudah tampil modis dalam berpakaian. Rasanya sulit sekali menemukan perempuan China dengan celana longgar dan rambut berkepang. Hanya nenek-nenek di atas 65 tahun yang masih menunjukkan kekhasan China tradsional. Kunjungan ke Chengdu bertujuan untuk melihat budaya yang sudah berumur ribuan tahun. Du Jiang Yan Irigasi yang sudah dibuat sejak sebelum Masehi, berumur lebih dari 2000 tahun. Bayangkan, betapa maju cara berpikir orang China pada jaman itu. Kutemukan juga sebuah mesjid berarsitektur China di wilayah ini. Banyak juga China muslim, yang terlihat dari busananya dan warung halalnya ada di Du Jiang Yan. Bukti bahwa agama Islam sudah ada sejak lama di daerah ini. Luodai Ancient Town Di sini kutemukan rumah Hakka yang berbentuk bundar. Dengan bentuk rumah seperti ini, orang bisa saling melihat rumah tetangganya. Luodai yang merupakan wilayah suku bangsa Hakka yang merupakan kota tua berusia ratusan tahun penuh dengan turis lokal. Leshan Big Buddha Leshan berlokasi tak jauh dari chengdu. Dengan bus umum selama 1-2 jam perjalanan aku tiba di sana. Setelah membeli tiket masuk RMB 50 dari yang seharusnya RMB 90 (karena berwajah mirip seperti turis lokal) , aku mulai menaiki tangga-tangga yang sepertinya tak ada habisnya, berkelok sempit memutari bukit tempat dimana patung buddha raksasa berada. Dan untuk turunnya pun, aku harus menuruni tangga berkelok di sisi bukit lainnya.

Tidak ada komentar: